18 Oktober 2010 - 20:30

Dua orang penduduk Syiah Pakistan tewas akibat ledakan ranjau yang disimpan oleh Wahabi di tempat yang bernama “Tahta 12 Imam as” di kawasan Parachinar dan mengakibatkan seorang lagi terluka.

Menurut Kantor Berita ABNA, beberapa kekacauan terakhir yang timbul di kawasan Syiah Parachinar, akibat dari serangan ke para peziarah dan musafir Syiah di jalan-jalan menuju Parachinar, baik itu di wilayah Pakistan ataupun di kawasan Afghanistan. Hal ini menjadikan kawasan tersebut menjadi tidak aman dan masyarakat Syiah terpaksa melakukan pembelaan sendiri.   


Dengan alasan ini, mereka yang bertahan dari kelompok Syiah tinggal bersama di kawasan puncak di sekitar Peivar. Disebabkan adanya banjir luapan air dari sungai di kawasan ini, terpaksa mereka ketika bepergian membutuhkan banyak waktu dan harus melewati sebuah tempat yang mereka sebut, “Tahta 12 Imam as”. Sementara teroris, bermukim di pedesaan “Sank_e Bast” dan “Hindu Qala_e” yang memisahkan antara “Peivar”, Kachakni_e dan ”Syaluzan” dan mereka menaruh ranjau di sekitar ketiga kawasan tersebut.

 

Hari sebelumnya, salah seorang Syiah Parachinar bernama Taib Husain meninggal akibat ledakan ranjau di “Tahta 12 Imam as”. Hari ini kembali merenggut nyawa dua orang Syiah Pakistan dan satu terluka, juga akibat ledakan ranjau di lokasi yang sama.


Patut diinformasikan komunitas Syiah beberapa hari sebelumnya, menindak balas tindakan teror para teroris dengan melakukan serangan ke Hindu Qala_e, saat itu tidak ada seorangpun perempuan dan anak-anak berada di antara mereka, supaya kawasan pedesaan itu aman dan bersih dari pelaku terror. Pada peristiwa tersebut dua orang dari komunitas Syiah gugur, namun menyikapi peristiwa ini tidak ada tindakan apapun dari pihak pemerintah, dan tak sekalipun memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap jiwa dan harta dari masyarakat Syiah.


ketidakmampuan pemerintah dan pihak keamanan Pakistan memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap kebengisan teroris menunjukkan kelemahan pemerintah dan keberpihakan mereka.